Filed under Poem

Failed

You said, It is hurts. But why I can’t Feel you? You said, I luv you, Neverless. But why I Can’t found You here?

In blue

kembali, duduk berdua denganmu. mencoba lagi menyisir makna dalam setiap pilihan katamu. saling meraba pikiran, saling menyelami hati. kali ini, ada gelak tawa dalam tangis yang berderai-derai. dan, tentang tangan yang saling menepuk menguatkan ini, kita, bisa kan? kita, bahagia kan?

Kepada, hatiku..

Kepada hatiku, apa kabarmu? Jangan terlalu naif begitu, kesayanganku.. Jika malaikat penjagamu pergi, apa kamu akan terus menunggu?

Curse

Entah. Ini tahun keberapa kita. Tapi kepalaku selalu penuh olehmu. Disetiap malam sebelum tidurku dan disetiapkali aku buka mataku.

Unconditionally Love

Masih saja aku terus bertanya Apa dari dirimu yang membuat aku jatuh cinta? Satu demi satu menyisir sebab Tak juga ketemu. Bisa kau bantu aku?

Witness

Melihat bulan redup kini.. Dan bintang, berjuang mencipta cahayanya sendiri..

Bila aku cemburu

Bila aku cemburu Kumerasa semakin tau bahwa aku mencintaimu Bukan membenci Tapi merindu.. Tak pernah bisa menahan.. Bukan amarah Hanya hasrat yang tak tercurah..

White Horse

Berdiri setengah menekuri diri sendiri, Tak pernah memandang penuh sesiapa yang ada di hadapan, Sapaan yang tak pernah disudahi, Percakapan yang tak pernah diselesaikan, Pandangan ingin berbincang tapi urung untuk dikatakan. Aah..penasaran.

LANSKAP-3

Seperti apa jalanan di negerimu itu? Landai atau berkelok kah? Sepi atau ramaikah? Sesunyi apa hutan yang mengitarinya? Benarkah dingin kabut yang menyelimutinya setebal rindu para pecinta? Jernihkah sungai-sungainya? Deraskah? Semerdu apa suara gemerisik daun-daun ketika angin mengayunnya? Sebiru apa langit malamnya, ketika bulan penuh datang dan merengkuh bintang-bintang? Benarkah pelangi sering kali datang dilangit … Continue reading

LANSKAP-1

Pelan terdengar sebuah nyanyian, “true love”,“my love” ? Tidak yakin juga apa yang sedang kau dendangkan Aku terlalu sibuk merutuki langit yang sedari tadi terang-terangan melihatku Pun angin yang terlalu keras menampar-nampar wajahku Ooh..betapa aku didera ingin Saat aku benamkan wajah dalam-dalam, dipunggungmu..