Server dan Client

Terlambat posting mengenai server dan client ini sepertinya. Karena kesibukan, tulisan ini ada di draft sejak Desember kemarin, belum sempat diedit lagi dan publish.

Server dan Client. Pengertian secara teknik, server dan client merupakan bentuk atau model jaringan berdasarkan fungsi dan peranan komputer dalam sebuah jaringan. Server adalah komputer yang bertugas sebagai penyedia informasi dan client sebagai pengakses informasi. Setiap permintaan layanan sumber daya dari komputer client akan dilewatkan ke server, server ini lah yang akan mengatur pelayanannya.

Jadi, pada pertengahan semester gasal kemarin saya terkejut dengan hasil tes anak-anak yang terlihat menurun. Saya kemudian bertanya di kelas, kenapa nilai rata-rata kelas turun? Apa saya kurang kreatif menyampaikan materi?

“Kami kurang prihatin mam, kebanyakan begadang, online”

“Kami muter-muter cari bahan, kemaleman sampai akhirnya tidak belajar, mam. Ketiduran”

“Pengawasnya galak, mam. Servernya macet!”

Aha! Ada yang menyebut server. Langsung tertarik dong saya, karena materi kelas XI ini adalah tentang jaringan komputer dan perangkat keras untuk keperluan akses internet. Dan, materi saya berikan juga di situs e-learning sekolah kami, agar siswa mudah untuk mengaksesnya.

“Apa server e-learning kita down? Tidak bisa diakses kah?”, tanya saya ke mereka.

Sambil tertawa-tawa mereka menjawab bukan. Penasaran sekali jadinya. Setelah saya pikir lagi, kok ada kata pengawas di sana. Pengawasnya-galak-server-macet.

Ah! Rupanya, pengertian tentang server dan client ini dihayati benar oleh murid-murid saya ini. Mereka mengibaratkan murid yang pintar itu sebagai server dan anak-anak yang lain sebagai client. Artinya, jawaban murid yang pintar akan ditunggu, diminta dan dipakai oleh teman-temannya. Hmm..

Well, okelah kalian sebagai server dan client saat tes, nanti ibu dan teman guru lain yang jadi sentral aliran listriknya. Kalau sentral listriknya dipadamkan, apa “komputer-komputer” itu, entah server atau clientnya masih bisa berfungsi? Awasi lebih ketat lagi! Rrrrrr…

Anak-anak ini keren sekaligus membuat khawatir. Mereka cepat sekali berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Mana ada sekarang ditemukan kertas-kertas kecil yang terlipat rapi di saku saat ujian, adanya handphone! Kebutuhan mereka bukan melulu tentang penguasaan teknologi lagi tetapi justru yang mereka butuhkan sekarang adalah bagaimana agar lebih percaya terhadap pekerjaannya sendiri dan bisa membentengi diri terhadap hal yang seharusnya mereka tegas mengatakan tidak!

Stop kecurangan. Curang itu ibarat kanker. Sekali saja dia menempelkan akar-akarnya, akan susah untuk dicabut dan disembuhkan. Butuh terapi berpuluh-puluh kali. Butuh semangat tinggi dan kesabaran untuk melawan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s