Belajar Presentasi

Semester genap ini saya bersama siswa kelas XII belajar materi baru yaitu tentang bagaimana membuat file presentasi.

Presentasi? Kenapa perlu?

Kelas XII merupakan jenjang terakhir di sekolah menengah. Usia anak-anak ini rata-rata sudah 17-18 tahun. Hmm. Usia remaja akhir atau usia seperempat dewasa. Hehe. Di usia ini seseorang mestinya boleh membuat keputusan akan dirinya sendiri. Menentukan kemana mereka akan melangkah. Akankah bekerja atau kuliah.

Dan pada bagaimanapun keputusan mereka nanti, sedikit banyak mereka akan bertemu momen yang mengharuskan untuk berbicara di depan orang banyak atau lebih dikenal dengan presentasi.

Terdapat 4 hal dalam sebuah presentasi:
1.Pembicara: yaitu orang menyampaikan materi, ide dan gagasan dalam presentasi.
2.Materi: yaitu ide dan gagasan yang akan disampaikan kepada orang lain.
3.Audien: yaitu target dari pembicara dalam menyampaikan ide dan gagasannya.
4.Perlengkapan: yaitu sarana pendukung sebagai penunjang pembicara dalam menyampaikan ide dan gagasannya kepada audien. Perlengkapan ini bisa berupa ruangan, lcd proyektor, sound sistem dan sebagainya.

Membuat file presentasi hanyalah salah satu faktor pendukung saja dalam sebuah presentasi. Di sini saya juga tidak akan membahas bagaimana membuat file presentasi secara teknik tetapi saya lebih tertarik untuk bercerita tentang pembicara yaitu siswa di kelas kami.

Proyek pertama pembelajaran di kelas kami adalah membuat CV (Curriculum Vitae). Jumlah minimal 10 slide dengan materi tentang diri mereka sendiri, mulai dari data diri, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, prestasi dan juga motto hidup mereka yang nantinya akan dinilai.

Minggu ini adalah saatnya menampilkan proyek mereka tersebut, di depan kelas, presentasi!.

Banyak dari siswa yang sangat grogi dan gugup saat memutuskan untuk maju dan memulai presentasi. Kenapa memutuskan? Ya. Karena saya memang tidak menyebut atau menunjuk nama, meminta mereka untuk maju ke depan kelas tetapi mempersilahkan siapa saja untuk maju, sesiapnya mereka tapi tentu saja ada batas waktu. Untuk siswa yang aktif di dalam organisasi, mereka akan mengambil kesempatan di awal masa penilaian. Berbeda dengan siswa yang kurang aktif, mereka terkesan menunda-nunda waktu.

“3 kali mengikuti lomba baca puisi se kecamatan, tetapi belum pernah mendapat juara.”

“Pernah mengikuti olimpiade Kimia di kabupaten tetapi gagal mendapat juara”

“Juara 1 Taekwondo Bupati Cup!”

“Peserta lomba mendisain Bus se Jawa”

“Juara 3 debat koperasi se kabupaten yang diikuti 4 peserta!”

“Tidak pernah ikut lomba. Tidak pernah dapat rangking. Tapi teman saya banyak. Lintas desa!”

Demikian beberapa isi slide prestasi mereka. Lucu-lucu dan seruu.. Ha ha

Manfaat dari pembelajaran ini, saya jadi semakin tahu dan lebih mengenal dekat siswa di kelas. Bagaimana sikap mereka, bagaimana karakternya. Apa cita-citanya. Mereka tertarik di bidang apa dan masih banyak lagi. Bagi siswa, setidaknya mereka pernah mendapat pengalaman berbicara di depan banyak orang, meskipun di depan teman-teman mereka sendiri.

Semoga bermanfaat ya, anak-anakku 😉

Siswa sedang melakukan presentasi di kelas.

Siswa sedang melakukan presentasi di kelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s