Betapa menakjubkannya kerja cemburu

Pernah cemburu?

Pernah panas dingin tubuhmu jika mendengar kesayanganmu menyebut sebuah nama?

Pernah gemetar sampai sesak dadamu ketika melihat email, pm atau sms asing terlihat sekelebat di gadget milik kesayanganmu itu?

hihi..

Cemburu. Keadaan ketika hati dan akal saling berdebat seru. Akal akan mengatakan,”heeei lihat..lihat siapa itu yang kontak dia, siapa yang terus menerus menarik perhatiaanya. Jangan percaya apa yang dia bilang, semua sudah jelas dimata!”. Lalu hati akan menjawab,”ooh..tidak..mereka kan cuma teman. Sesama teman boleh saja kan saling memberi perhatian. Atau mungkin teman baru selalu lebih menarik, bukan? Tak apalah..biarkan saja..mereka cuma teman”. Serunya ^^

Tapi saya tidak akan repot-repot menuliskan perdebatan antara hati dan akal tadi, yang tentu saja berbeda bagi masing-masing orang ketika cemburu. Saya sangat tertarik pada cara kerja cemburu itu sendiri.

Kenapa ketika cemburu datang, justru semakin kuat mengikat seseorang ke dalam sebuah hubungan? Bukankah ada marah disana? Bukankah ada kecewa disana? Bukankah biasanya kecewa dan marah itu seharusnya membuat seseorang untuk mengatakan,”cukup!” lalu pergi? Tapi kenapa hal tersebut tidak terjadi ketika cemburu? Hmm..

Takut kehilangan, terabaikan, khawatir, terancam, [merasa]dikhianati, merupakan sedikit dari perasaan ketika cemburu. Mungkin ini jugalah yang lalu membuat seseorang terikat semakin terikat dalam sebuah hubungan.

Takut kehilangan, mungkin akan membuat seseorang lebih awas, selalu menanyakan kabarnya, aktivitas kesehariannya, dan lebih memperhatikan lagi  kesayangannya. Atau untuk melawan perasaan terabaikan, mungkin akan membuat seseorang mengubah dirinya agar lebih menarik lagi. Hihi..keren yah, lihat saja betapa seseorang bisa merubah kebiasaan seseorang.

Menurut saya, cemburu itu tanda sayang yang sebenarnya, yang seharusnya. Cemburu akan memberi tahu mana saja yang menjadi kekurangan sebuah hubungan. Cemburu akan bergerak mengencangkan ikatan sebuah hubungan yang mungkin agak sedikit kendor. Hehe..

Aaah..jadi kangen dicemburui..jadi kangen cemburu yang sampai menyesakkan hati..hihi..

Mm..boleh dong saya repost lagi puisi pendek saya disini..

Bila aku cemburu

Kumerasa semakin tau bahwa aku mencintaimu

Bukan membenci
Tapi merindu..

Tak pernah bisa menahan..

Bukan amarah

Hanya hasrat yang tak tercurah..

Fiuuh..itu hanya sedikit pikiran saya saja tentang cemburu. Lalu bagaimana denganmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s