Jalan hidup siapa yang tau? [tribute]

Ide menulis datang, ketika saya sedang duduk di ruang piket tempat kerja. Ada beberapa teman yang duduk disana, ngobrol tentang seseorang yang [maaf] agak terganggu emosinya.

Seorang teman bilang, “kasihan sekali beliau ya? Mungkin dia “terganggu” karena tekanan hidup yang dialami sungguh berat.”

Tekanan hidup. Segera saya menggaris bawahi kalimat tersebut dalam pikiran.

Memang, setiap manusia pasti akan mendapatkan tekanan-tekanan dalam hidupnya. Yang bisa saja membuat seseorang itu jatuh tapi bisa juga dan diharapkan akan membuat seseorang lebih tabah dan lebih punya pondasi yang kokoh dalam hidupnya yang akan membawa dia untuk lebih kuat melangkah, menapaki hidup kedepan.

Menyalahkan orang lain. Mungkin inilah hal yang membuat seseorang yang sedang tertekan menjadi semakin terluka.

Misalnya saja, saat dua remaja yang saling cinta tidak mendapat restu orang tua setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, lalu ketika mendapat restu orang tua, menikah, mempunyai anak lalu tiba-tiba saja si suami pergi, menikah lagi[naudzubillah].

Mau menyalahkan siapa? Si suami? Yang tega meninggalkan setelah begitu banyak pengorbanan yang mungkin telah dilakukan dilakukan oleh si istri. Istri yang setia dan begitu berharap atas masa depan pada suami. Istri yang tanpa lelah merawat bayi mereka tanpa mengeluh. Merawat si suami dari hari kehari.

Atau menyalahkan diri sendiri? Wow, sebuah cara untuk gila yang lebih cepat dan mudah. Hehe..

Maaf, mungkin saya terkesan tidak berperasaan dalam tulisan saya kali ini. Tapi saya hanya menggaris-bawahi bahwa-setiap-orang-selalu-punya-tekanan-hidup yang mungkin saja lebih berat dari yang kita punyai, hanya saja kita tidak tau. Jadi, jika kita berada dalam situasi seperti ini, terimalah, tabah, bersabar dan fight! Jangan takut, kawan..

Kalo yang lain saja bisa melewati kenapa kita tidak?

Perbanyak melihat kesamping kanan dan kiri. Lihatlah betapa banyak teman yang kita punyai, yang akan selalu mendukung kita untuk melewati setiap apapun yang terjadi, kalau kita mau membuka diri.

Usaha bangkrut, kerja berat tapi minim pendapatan, kena tipu, dikhianati patner kerja, tidak dicintai, mungkin itu hanya sedikit dari tekanan hidup yang dialami oleh kita dan banyak orang diluar sana. Jadi, terimalah..Karena, dengan kesabaran dan usaha kita bertahan atas tekanan-tekanan tersebut akan menaikkan nilai diri kita. Pasti.

Keren sekali kan ya? Bukankah memang kodrat seorang manusia itu selalu diminta untuk menaikkan derajat atau nilai hidupnya?

Tetap semangat ya kawan..jangan takut ^^

Nikmati setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupmu dan tunggulah hidangan peristiwa yang akan terjadi dengan harapan-harapan baikmu..:)

Jalan hidup, siapa yang tau bukan?

“All people have problems. Life is unfair, but it’s unfair to everyone. So, life’s fair. Everybody just need to fight for it!”.

Advertisements

5 thoughts on “Jalan hidup siapa yang tau? [tribute]

  1. true.. tekanan hidup menekan stiap orang. jd mending kita ciptain (minjem istilah dlm rock/wall climbing) poin-poin utk nyante n refreshing, supaya kita bisa recharge lagi n lagi utk ngadepin, nangkis, ngelakin ato mukul-balik tekanan itu. what d’u say?

  2. tapi bu guru, kalau tekanan yang (bagi beberapa orang terasa ringan, tapi tidak bagi yang lain) itu membuat seseorang menyalahkan dirinya sendiri, bukannya itu sama buruknya?

    #cuma curcol, kok. X)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s