Tigapuluh Satu Tahun

Hari ini, saya genap beusia tigapuluh satu tahun. Tigapuluh lebih setahun. Hihi..

Alhamdulillaaah.

Cuma itu yang saya ucapkan pagi ini, ketika saya terbangun. Ucapan syukur setulus hati atas segala nikmat yang Allah beri selama tigapuluh satu tahun ini.

Alhamdulillah, terucap kembali ketika melihat kedua anak saya yang tertidur di kamar mungil mereka.

Alhamdulillah, ketika saya merasai kedua tangan suami yang merengkuh hangat, dan membawa lebih dekat ke pelukannya.

Alhamdulillah, ketika saya masih diijinkan melihat langit biru pagi ini.

Tigapuluhsatu tahun ini sangat nikmat. Nikmat karena kaya akan pelajaran dan proses mendewasakan diri. Nikmat karena saya selalu merasa baik-baik saja dan masih bisa menertawakan diri saya sendiri saat saya merasa sangat bodoh dalam bertindak dan memutuskan sesuatu, bahkan dalam tangis kesedihan pun. Hihi..

Harapan, teman dan senyum kedua anak sayalah yang membuat apasaja yang saya kerjakan terasa nikmat. Aahh ya..keluarga. Tentu saja πŸ˜‰

Harapan mungkin faktor utama penyemangat hidup saya. Harapan itu jiwa, kata saya. Karena seluruh hati, jiwa dan pikiran saya sepenuhnya tertuju. Apakah harapan saya itu? Aah..mohon untuk diamini saja ya teman..agar bisa mewujud. Amiin. Hehe..

Teman. Teman bagi saya adalah seseorang yang selalu punya tempat di hati dan pikiran saya. Siapapun dia.  Terimakasih, banyak terimakasih karena telah mewarnai hidup, menemani dan mengajari saya tentang hal-hal baru yang bahkan kalian tidak selalu tahu jika ternyata saya sedang belajar dari kalian. Hihi..

JaGha. Jabra dan Ghaida, kedua anak yang sangat saya sayangi. Anak-anak yang selalu menakjubkan, terlihat cemerlang dan istimewa di mata saya. Karena mereka memang istimewa dan karena saya ibu yang melahirkan mereka. Hihi..JaGha bisa membuat saya melawan apasaja. Melawan rasa lelah, takut dan malu. Mereka madrasah yang sebenarnya bagi saya. Dari mereka saya belajar sabar, ikhlas dan mengerti. Hebat ya mereka ^_

Kalau suami, tidak usah saya tulis disini yah. Sudah banyak tulisan saya tentangnya. Tentang dia yang selalu mengerti ^^. Terimakasih.
Aah..Rabb, terimakasih atas segalanya. Doaku tetap saja doa yang biasanya. Beri hati yang bahagia untukku, keluargaku dan teman-temanku. Jauhkan kami dari segala marabahaya. Jaga kami, Rabb. Terimakasih..

Advertisements

4 thoughts on “Tigapuluh Satu Tahun

  1. Met Milad Mbak Ninok..

    Semoga diberikan umur yang berbarokah, keluarga yang samawa, anak yang sholeh/ah, dan selalu dilindungi Allah SWT. Aminn..

    Selamat Ulang Tahun ya Mbak πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s