Kangen Kamu

him
Ingat kamu jadi kangen kamu.
Selalu suka ketika kamu tiba-tiba datang begitu.

Kangen kamu.
Kangen memandang rambut hampir sebahu, dahi lebar, alis mata tebal, hidung tinggi dan pandangan mata lembut khas melindungimu itu.

Pernah aku bertanya nama padamu, tapi kamu hanya tersenyum. Hemm..
Pun tak pernah aku dengar kamu berkata-kata atau menyapa.
Hanya diam. Memandangiku dalam senyum.

Seingatku, kita pernah pergi, sekali.
Tidak ingat kita kemana waktu itu. Kamu ulurkan tangan dan mengajakku pergi.
Aku mengangguk dan kamu tertawa. Kamu tertawa!
Suatu hal yang tidak pernah kamu lakukan sejak awal pertemuan kita.
Sewaktu aku masih memakai seragam putih biru itu. Hihi..

Dan rupanya itu pertemuan kita yang terakhir.
Setelahnya kamu tidak datang lagi.
Persisnya setelah aku menikah.

Siapakah kamu?

Apa kamu malaikat penjagaku?

Jika benar kamu malaikat penjagaku, tidakkah kamu dengar juga doa-doaku?

Aku ingin ketemu. Sekalii saja.

Aku kangen kamu.

Advertisements

2 thoughts on “Kangen Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s