Jejak

memandang punggungmu sekali lagi
selangkah demi selangkah lalu tak terlihat lagi
masih dengan langkah yang sama
langkah setengah tertunduk seusai memandangku sekilas lekat

memandang punggungmu sekali lagi
meninggalkan aku yang termangu memandang kosong bangku disebelahku
memeluk-meluk sepi gema suara yang tertinggal di telingaku

memandang pungungmu sekali lagi
mengingat mata yang tiap kali memandangiku hati-hati
merasai tangan yang kamu dekap-dekap hangat

sampai ketemu, katamu..

aah tentu saja sayangku. aku menunggu..

Advertisements

7 thoughts on “Jejak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s