She Takes Me Home

Kemaren saya dan JaGha (=kedua anak saya) mengunjungi rumah teman. Masih dalam satu area tempat tinggal saya siy..bukan luar kota.

Bertiga kami berboncengan naik motor. Meski sudah beberapa kali kesana saya masih saja susah mengingat gang masuk rumah teman kami tersebut. Dasaar sanguin berat. Pelupa dan tidak teliti. Hihi..

Kemaren itu, karena ada hajatan pernikahan jadi jalanan rute yang biasa kami lalui ditutup dan dialihkan. Tidak masalah, secara langit masi terang lagian juga masih banyak orang yang bisa ditanya-tanyai rute mana yang mesti kami ambil untuk sampai kerumah teman kami tadi. Daan berhasil. Kami sampai juga akhirnya.

Lalu tiba saatnya kami pulang. Langit sudah gelap. Jalan masih ditutup. Dengan pede saya kembali masuk ke rute yang sepertinya tadi saya ambil, yang saya ingat sekali nanti akan ketemu pertigaan dengan kontur jalan menurun dan saya mesti ambil kiri untuk pulang. Memang saya ketemu jalan dengan kontur menurun dan saya juga ambil kiri tapi kok sepertinya semakin lama jalanan semakin sepi? Hanya ada satu motor di depan saya. Yang itupun akhirnya dia berhenti sebelum masuk areal sawah.

“Bun, kita nyasar ya? tadi ga lewat sawah-sawah lho”, Ghaida anak perempuan 5 tahun saya bertanya.
“Waduh, iya niy mba..”, jawab saya sambil hopeless karena liat jalanan yang sepi dan tidak mungkin ada yang bisa ditanyai.
Saya putuskan berbalik arah dan berhenti. Lalu saya lihat langit dan bilang kepada kedua anak saya,”Mba Ghaida, dek Jabra yuk sama-sama kita cari Venus. Ingat ga si Venus ada di sebelah mananya kita kalo kita lihat dari rumah?”

Venus memang planet favorit kami. Saya dan JaGha biasa maen cepet-cepetan nemu si bintang terang itu di langit kalo petang menjelang. Hehe..
“Sebelah barat rumah kan bun”, jawab Ghaida.
“Oke, kalo gitu kita ikutin Venus aja yuk. Kita ambil jalan-jalan yang Venus tetap bisa kita lihat di depan”

Saya ingat sekali jika arah rumah teman kami tadi arah timur jadi kami buat Venus sebagai patokan arah barat.

Kami akhirnya berjalan lagi, mengambil rute-rute jalan dimana Venus tetap terlihat di mata kami. Dan akhirnya setelah mungkin lima belas menit berjalan kami menemukan jalan raya. fiuuuh..Alhamdulillah bisa pulaaaang. Hehe..

Aaah kemaren sungguh malam yang mendebarkan sekaligus malam yang menarik. Karena JaGha dapat ilmu baru. Ilmu astronomi. Wehehe..

Danke Venus..kami jadi semakin polinlop padamu ^_

venusian eclipse 16 march *borne*

Advertisements

16 thoughts on “She Takes Me Home

  1. wah, bunda memang hebat
    saya bahkan seolah sedang membaca cerita fiksi

    saya juga sering mengalami hal yg sama
    lupa jalan pulang 😦

    • Haha..kalo abu Ghalib mungkin karena kejauhan perginya plus lagi langit mendung..nah nah..ga ada bintang yang bisa dijadiin patokan arah deh..hehe Danke ^_

  2. Wah…hebat nih.. mengandalkan Venus sebagai petunjuk arah, kalau aku mungkin gak sampai kepikiran sampai situ, paling banter nanya2 orang lain deh…
    Ini pasti jadi pengalaman berkesan untuk anak-anak nih… salut!

    salam hangat ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s