Tentang bintang terang itu

Petang itu,aku melihat dia kembali menunggu ; sama seperti petang-petang sebelumnya di langitku.
Datang pertama kali.
Sendiri.
Terdiam.
Bersinar terang.

Sepertinya dia tidak jua peduli ; bulan ; yang dia tunggu itu ; akan datang atau tidak. Pun berharap akan menyapanya..

Kupikir bulan memang terlahir jumawa. Mungkin karena dia merasa sinarnyalah yang paling sempurna. Bukankah dia raja jika malam tiba?

Petang itu,aku melihat dia kembali menunggu.
Datang pertama kali.
Sendiri.
Terdiam.
Bersinar terang.

Tidak tahan aku untuk bertanya kepadanya,
“buat apa menunggu? setiamu sungguh tak perlu. bukankah hanya abai yang kamu dapati? Apakah dia punya peduli?”

Dia menjawabku,”aku ditakdirkan untuk setia padanya. dengan atau tidak oleh sapanya. aku ditakdirkan untuk menjaganya. dengan atau tidak oleh cahayanya. Bahkan andai dia tidak lagi punya cahaya, aku akan beri terangku padanya”

Bintang terang..kamu itu bodoh atau apa?

Advertisements

33 thoughts on “Tentang bintang terang itu

  1. Hehehe.Bintang dan bulan kadang emang indah dengan sinarnya,kadang suram tertutup awan malam,seperti kehidupan manusia,kadang senang kadang sedih,kadang suka kadang duka dan kadang-kadang lain hehehe πŸ™‚
    Salam kenal.

  2. nasibku sama dengan bintang2 itu, bedanya mereka bodoh saya goblok πŸ˜€

    rasa-rasanya udah lama ga dengar kata Danke πŸ˜‰

  3. @ neng paijah : tulus ato mentok yah..hehe

    @abu ghalib : kemaren katanya kidal.skr bodoh.trus mana yang benar?
    Danke :p

    @ rain : setiakah? Ato tertipu daya? Hehe..

    @mbah jiwa : ga jelas apa yang disuiti..hmm

    @goda gado : wow. luuuv it. memang sepertinya bulan yang bodoh. Bukan si bintang terang..hehe
    Danke ^_

  4. tentang bintang yah? aku sendiri tak pernmah selesai kalau sedang melihat bintang. seperti begitu jauh, tpi begitu dekt untuk tidak bisa dirasakan. tapi, entah bagaimana–dan apakah hanya terjadi padaku?–tiap kali mengamati bintang di malam hari, selalu ada kesedihan yang datang. entahlah. sepertinya, kenangan itu berkelip bersama pendar cahayanya.

    i dont ever think stars are stupid, we just sometime dont understand them. yes.

  5. β€œKak, temenku kemarin pernah berdoa waktu ada bintang jatuh. Apa dia gak kasian ya, ada bintang jatuh kok malah berdoa. Mestinya kan ditolong.”
    Aku tertawa mendengar kata-kata Titian yang polos. Tapi aku sebenarnya tidak bisa menjelaskan jika dia minta penjelasan. Bintang jatuh. Katanya dia bisa mengabulkan doa, gimana caranya? Sedangkan dia sendiri sedang jatuh. Tapi, seandainya dia bisa mengabulkan doa, maka, hmm…, tentu aku akan meminta…

    taken from:
    http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/25/menyelamatkan-bintang-jatuh/

  6. ghalib:
    slam lekum tanteku sing paling ayu
    kata abi tolong blognya segera diapdet
    kalo nggak nanti dihitung…

    rizky:
    SATU…!

  7. ghalib:
    DUA

    rizky:
    TIGA

    ghalib:
    eh, kamu kok ikutan ngitung sih? sekarang kan baru DUA

    rizky:
    ooo…gitu ya kak, ya udah deh kalo gitu ulangi…

    ghalib & rizky:
    DUA…!!!

  8. @ All : Mungkin suatu saat nanti bintang terang itu memang akan tetap berdiri dan bersinar disana tapi hanya untuk dirinya dan tidak lagi menunggu bulan..hehe
    danke danke danke πŸ˜‰

    @ arul,ghalib n rizky : nin lagi buntuuu ga ada ide menulis ples lumayan bisi kerjaannya..hehe..thanks sudah digedor-gedor pintunya..hag hag

    @ aree : jumawa itu bisa dibilang sombong, angkuh..;-)
    Danke ^_

  9. ghalib:
    lho udah hitungan ketiga kok bude belum apdet juga ya???

    rizky:
    yuk kita ulangi lagi kak…

    ghalib and rizky:
    SATU…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s