Sepertinya saya tertidur saat berkendara..

Sepertinya saya tertidur saat berkendara. Iyakah? Iya. Sepertinya iya. Kalo tidak kenapa saya sampai detik ini benar-benar lupa kenapa Jum’at 7 Mei yang lalu tiba-tiba saya tersadar di IGD sebuah rumah sakit di kota saya.

Jika saya tidak tertidur saat berkendara, kenapa saya lupa sama sekali jalan-jalan mana saja telah saya lewati dan juga tempat kejadian dimana kecelakaan terjadi.

Jika saya tidak tertidur saat berkendara, kenapa saya hanya punya sedikit memori, mungkin hanya 2 detik sebelum kejadian.
Sedikit memori itu mengggambarkan saya melihat ada sebuah motor di depan kanan saya, lalu ada satu motor lagi yang menghalang jalan dengan dua pengendara berbaju coklat. Sepertinya dengan yang menghalang jalan inilah saya bertabrakan.

Payah. Kenapa saya sampai tidak ingat?

Jum’at 7 Mei kemarin saya mengalami sedikit kecelakan. Motor saya bertabrakan dengan pengendara motor lain. Lumayan, saya mendapat empat jahitan di wajah saya dan ada luka lumayan lebar di sebelahnya. Bibir saya juga sobek di luar dan bagian dalam, yang diawal-awal menyulitkan saya untuk berbicara.

Empat hari rawat inap di rumah sakit. Berkawan dengan pusing, mual, selang infus dan selang oksigen membuat saya sangat tidak betah. Ini pertamakalinya saya menginap di rumah sakit. Alhamdulillah Allah selalu menganugerahkan tubuh sehat kepada saya hingga yang saya tahu sejak saya kecil sakit itu hanya flu dan batuk (Rabb, maaf..saya tidak bermaksud menyombongkan diri, terimakasih tak terhingga atas karuniamu..).

Dari cerita penolong saya yang kemudian diceritakan kembali oleh orang-orang terdekat saya (karena saya tertidur waktu beliau datang), beliau menemukan saya terkapar di jalan dalam keadaan pingsan dan wajah penuh darah tetapi helm masi melekat di kepala. Alhamdulillah..

Lalu, oleh beliau saya dilarikan ke puskesmas terdekat. Disana saya ingat, saya tersadar dengan pandangan kabur, samar saya melihat ada wajah perempuan memakai jilbab (sepertiny suster) dan suara lelaki berulang-ulang memenuhi telinga saya (yang belakangan saya tau ini suara penolong saya) “mbak nomor telpon suaminya berapa, nomor telpon rumah berapa?” begitu terus berulang-ulang hingga saya sadar dan meski terbata-bata bisa mengeja nomor suami dan nomor telpon rumah saya. Lalu terdengar lagi suara banyak orang yang saling menyahut. Yang sayup saya dengar puskesmas tidak berani menerima dan menyarankan saya untuk segera dilarikan ke rumah sakit karena mereka melihat segala isi perut saya terus saya keluarkan tanpa henti dan mereka melihat ada darah disana.

Yang saya rasakan tubuh saya seperti melayang. Segalanya kabur dan kepala saya rasakan sangat berat. Tetapi saya berupaya sekuat tenaga agar tetap tersadar. Saya tidak mau pingsan lagi. Sepertinya saya berhasil, saya masih mendengar banyak suara, suara pintu mobil yang ditutup, bunyi kaki orang-orang yang tergesa, suara derit roda bangsal rumah sakit yang didorong dan suara yang berteriak,”mana keluarganya?mana keluarganya?” –sigh- Mendengarnya saya ingin berteriak kencang,”apa hubungannya?apa tidak ada aturan untuk menolong dulu??” apa daya keadaan yang terlalu lemas dan acara mengosongkan segala isi perut masih saja berlangsung.

-IGD-

“Handphone..tolong handphone saya mana?ada dua. Tolong” ini kalimat pertama yang keluar dari bibir saya. Saya teringat akan kepentingan berkendara siang itu. Saya merasa perlu untuk memberitahu pihak-pihak yang mungkin menunggu. Saya dapatkan handphone juga akhirnya. Saya melihat tangan saya gemetar waktu memegang dan mulai menulis message. Singkat isinya,”vita, aku kecelakaan. Maaf tidak bisa datang. Tolong ijinkan.” Vita adalah seorang teman dekat, teman sekerja. Belakangan baru saya tau, karena kacaunya keaadan saya ternyata message itu tidak pernah sampai ke Vita tapi seseorang teman dekat saya lainnya.

“Bunda..bun..tahan sebentar ya, niy ada yang mau dijahit sedikit” Alhamdulillah..lega saya mendengar suara ini. Suara suami saya. Saya rasakan tangan saya hangat digenggam olehnya. Lalu saya tersedu. Dan baru saya rasakan sakit diseluruh badan. “Ayah..maaf..” hanya kalimat ini yang keluar dari mulut saya. Saya merasa perlu meminta maaf karena saya merasa kurang berhati-hati seperti yang selalu dia pesankan sebelum saya berangkat berkendara.

Alhamdulillah..saya sudah sehat kembali sekarang. Meski dengan sedikit-sedikit rehat. Hehe..

Oia, tanggal 10 Mei masi di bangsal rumah sakit, dengan kepala yang masih pusing saya tetap mengusahakan posting. Perempuan Cantik, meski nulisnya memakai ponsel..hehe. Sedikit memaksa karena setelahnya saya merasakan pusing luar biasa..:D

Untuk sesama teman pengojek macam saya, hihi..hati-hati dalam berkendara ya..konsentrasi penuh pada jalan. Patuhi segala rambu-rambu lalin. Pakailah segala peralatan lengkap dalam berkendara ; helm standar, jaket, sarung tangan, masker, kacamata. Dan yang paling inti, jangan lupa berdoa agar Allah melindungi kita selama berkendara..Amiin

PS : Aduuuuh..saya memang manusia biasa yang tak luput dari banyak kesalahan juga. Fakta terkini : saya harus punya SIM lagi..wikikiki *peace everyone..danke ^_

Advertisements

33 thoughts on “Sepertinya saya tertidur saat berkendara..

  1. hehhehehe……pernyataan yang terakhir yang paling aku suka….jujur banget kalo ga punya SIM….hehehehee

  2. bahaya banget ya ketiduran,aduh makanya kalau ngantuk banget cari mushola deh buat tiduran bentar atau cuci muka.

    badan kita juga punya hak buat istirahat lho,jangan dizolimi,kasian 🙂

    • Bang Didot Ini baru 13km dari 45km perjalanan saya ke tempat kerja..hehe

      Harusnya saya lagi semangatsemangatnya. Tapi memang saat itu saya ngantuk beratt..hehe

      Danke 😉

  3. wah…padahal pake motor, kok bisa ketiduran ya???
    tapi yang penting selamat ya, wah jgn diluang
    tidur sambil berkendara…

    salam kenal, 🙂

    • Thanks Ifan..
      Alhamdulillah cuma motornya aja yang lecet yah?
      Laen kali hati-hati yaaah #sambil ngomongin diri sendiri untuk hati-hati juga niy..hihi

  4. salam kenal..
    semoga lekas sembuh ya…
    motornya gakpapa kan?
    hehehe… pertanyaan khas orang jalan..
    salam sukses..

    sedj

    • huehhehe..brotherhoood juga yah..hihihi

      motor cuma lampu pecah. Sepertinya saya sempat ngerem mendadak. Dan mungkin lalu saya yang jumpalitan koprolkoprol..hehehe

      Salam kenal juga yah 😉

  5. hilang ingatan pas kecelakaan adalah nikmat Allah, saya pernah mengalaminya.

    Ngga kebayang, kalau detil kecelakaan kita masih ingat. Wih ngeri…

    • Ya pak Narno..saya rasa penjelasan yang sangat masuk akal kenapa saya sampai lupa dengan detil kejadian, yang sangat mungkin adalah saya memang tertidur saat berkendara..

  6. wah…jangan ketiduran yah,,bisa bahaya…cukup sekali ini aja ketidurannya…ada beberapa hal alasan nya…
    1. tidur membuat kita jadi malas
    2. tidur membuat otak ga bekerja maksimal
    3. tidur menggemukkan badan
    4. tidur khususnya saat berkendara bisa kecelakaan

  7. wuih,, keknya QK lumayan sering itu ketiduran pas bawa motor…
    tapi sekarang udah jarang… di usahain mencari kesibukan yang gag bikin tidur pas bawa motor…
    jadi sekarang sudah sembuh toh mbak nin… Alhamdulillah 🙂

    HIDUP!!! ^_^

  8. lagiiaan siih kakak jgn buru2 bawa motornya
    pelan pelan ajah kak
    terus kalau udh ngerasa capek bawa motornya
    istirahat kak taua engga adik boncengin mau ga??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s