Besides myself

Lagi.
Saya kembali bercakap-cakap dengan diri sendiri.
Kenapa?
Mengapa?
Apakah harus?
Apakah memang begitu?
Kemana saya harus pergi?
Pertanyaan-pertanyaan ini yang selalu terlontar, setiap kali saya memulai percakapan dengan diri sendiri.

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak melakukan ini. Mungkin karena saya sedang merasa nyaman dengan keadaan di sekitar saya.

Memang, bagi saya memulai percakapan dengan diri sendiri artinya saya sedang merasa tidak nyaman, saya punya begitu banyak pertanyaan tapi saya merasa tidak ada yang bisa membantu untuk menjawabnya. Dan mungkin juga saya sedang tidak percaya dengan segala hal atau dengan orang-orang di sekitar saya.

Huff..kadang memang ada hal-hal yang tidak bisa dibagi dan membutuhkan diri sendiri untuk mencari jawaban-jawaban itu tadi.

Hal ini mungkin tidak lazim bagi orang lain, tapi lagi-lagi bagi saya bercakap-cakap dengan diri sendiri adalah salah satu cara. Hehe..

Advertisements

16 thoughts on “Besides myself

  1. kadang memang ada hal-hal yang tidak bisa dibagi dan membutuhkan diri sendiri untuk mencari jawaban-jawaban itu tadi.

    Saya sepakat dengan ini 🙂

  2. bertafakur dan muhasabah adalah hal2 yg rutin dilakukan orang2 besar yg tercerahkan,termasuk nabi kita Muhammad juga sering bertafakur.

    bertafakur menjadikan pikiran lebih jernih,tujuan lebih jelas,bukan sekedar mengikuti arus.

    lakukan terus aja ,gak usah mikirin orang lain,toh gak ada yg denger ini percakapan itu kan?? 😛

  3. Jadi ingat foto montase di Kompas, judulnya “tell me about me”. 🙂
    Kadang “ngobrol” dengan diri sendiri di saat butuh asik juga.

  4. Wow..senangnyaa tau ada orang laen yang melakukannya juga..hihi
    Tapi karena saya rada pemalu #halah# jadi saya memilih ceting ato bikin draft dialog me vs me2..wekeke

  5. kunjungan perdana untuk menyapa yang lagi ngobrol dengan diri sendiri.

    kalau kita bicara dengan diri kita sendiri itu Ashik …banyak hikmah yang kita dapatkan .

    salam kenal dari ….Bandung .

  6. berbicara dengan sendiri itu tak akan ada habisnya mbak nin :mrgreen:
    dari satu pertanyaan muncul pertanyaan yang lain lagi….
    seandainya ini… seandaiya itu… kenapa kita harus begini dan mengapa kita harus begitu… ya paling nggak kalo QK sich gitu :mrgreen:

    HIDUP!!! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s