Saya sangat pandai menghilangkan orang-orang

Hehe..saya bukan illusionis ya..saya tidak mempelajari ilmu apapun dari Houdini. Saya juga bukan bagian dari tim khusus yang katanya suka culik-menculik itu. Yang saya maksud dari “menghilangkan” disini adalah saya bisa berhenti peduli atau menghapus memori tentang orang-orang yang saya maui.

Kejam? Tidak juga. Ini cara saya menolong diri saya sendiri.


Pernah ketemu kondisi yang stuck atau memaksa anda untuk berhenti berkompromi? Kondisi yang anda pikir jika diteruskan akan membuat anda bergerak kearah negatif? Kondisi yang memaksa anda untuk membuat satu jalan terakhir yang akan membuat anda berkata,”baiklah..lupakan..” hehe..Dari situlah mungkin awal mula saya mulai belajar menghilangkan orang-orang.

Menghilangkan orang menurut versi ciptaan saya ini ada dua level. Level ringan dan berat.

Level ringan terjadi bila dia tetap ada di sekitar saya, saya tetap melakukan kontak dengannya tetapi saya memutuskan untuk tidak peduli. Saya stop berempati padanya lagi. Saya petakan daerah-daerah dari diri orang ini yang tidak akan mungkin saya masuki. Saya tetap baik padanya, tentu saja dan harus ^_. Tapi saya tidak akan mungkin melanggar masuk ke daerah-daerah yang sudah saya petakan tadi. Saya akan berusaha sangat profesional disini. Hehe..

Level berat terjadi jika saya benar-benar berniat menghapus memori tentang orang ini. Yang berarti juga saya stop peduli padanya lagi. Sangat jarang saya lakukan. Tapi pernah. Awalnya saya akan menolak setiap informasi tentang orang ini. Menelan kunci-kunci pintu dimana sekiranya yang akan memungkinkan terjadi kontak dengannya lagi. Saya akan terus mensugesti pikiran saya dengan kata-kata,”baiklah, lupakan dan stop peduli!”. Saya akan mengubah kebiasaan lama dan menciptakan kebiasaan baru sampai akhirnya saya akan benar-benar lupa kenapa saya sampai berniat menghapus memori tentang orang ini. Hehe..Biasanya ini terjadi dengan orang-orang yang saya anggap special. Orang-orang yang sebenarnya sangat mempengaruhi saya.

Saya bukan jenis orang yang pelupa terhadap suatu kejadian atau peristiwa yang melibatkan saya. Saya termasuk orang yang punya ingatan bagus dan detil terhadap sebuah peristiwa. Jadi jika suatu saat saya bertemu anda dan saya sama sekali lupa tentang bagian-bagian penting dari sebuah peristiwa yang telah anda ceritakan padahal cerita tersebut melibatkan saya, jangan marah ya..mungkin anda malah justru orang yang saya anggap sangat special di masa lalu. Hihi..maaf..

Saya juga bukan jenis orang pendendam. Saya hanya tidak suka pada keadaaan negatif yang bisa mempengaruhi diri saya secara keseluruhan. Saya tidak suka terjebak oleh keadaan yang membuat saya diam atau mundur.

Lalu bagaimana dengan anda? Punya cara-cara juga tidak untuk menghindar dari kondisi-kondisi yang tidak bisa dikompromi seperti ini?

Advertisements

40 thoughts on “Saya sangat pandai menghilangkan orang-orang

  1. wow! saya setuju 100%

    terkadang memang kita harus melakukan cara seperti ini untuk membersihkan otak kita dari pengaruh2 negatif atas tingkah laku atau keberadaan seseorang yang bisa menghambat kemajuan kita.

    artikel ini sangat menginspirasi saya

    trims

  2. kok sama kek aku Nok?? aq juga kek gtu tapi kalau aq tetep orgnya ga tegaan, kalau ada niatan baik drnya tuk memperbaiki kekurangan yg ada … ya kuterima lagi… :mrgeen:

  3. Saya membiasakan diri begitu… tapi kok malah keterusan jadi sering lupa banyak hal ya? *misal ni lupa kalo lagi ga pegang uang…* salam kenal, kunjungan balasan ke ruang sahabat 🙂

  4. ” Saya juga bukan jenis orang pendendam. Saya hanya tidak suka pada keadaaan negatif yang bisa mempengaruhi diri saya secara keseluruhan. Saya tidak suka terjebak oleh keadaan yang membuat saya diam atau mundur. ”
    opo maksudte iki mbak..???

    • mas sunarjo, saya tipe orang yang selalu bergerak dan berusaha mencari solusi. Saya tidak pernah pasrah atau diam oleh keadaan yang tidak nyaman. Saya akan mencari cara-cara agar saya nyaman dalam keadaan yang bagaimanapun. Tapi kalo “lawan” saya ini kebangetan alias tidak belajar juga maka saya putuskan mundur. hehe..semoga tambah bingung mas sunarjo..hehehe..

      Terimakasih sudah mampir 🙂

  5. otak kita bekerja berdasarkan sugesti2 yg kita tanam kepadanya. sesuatu yg berulang2 dan diucapkan dalam bentuk positif akan menjadi sebuah kebenaran bagi otak kita.

    jadi bukan gak mungkin memprogram otak kita untuk apapun yg kita mau.

    semoga saya gak jadi orang yg dilupakan oleh kamu ya 😀

    kalau saya yg salah ,mending saya yg pergi aja dari hidup kamu ,ketimbang kamu yg susah2 melupakan saya hehehe ;p

    • wah, saya membayangkan bakal susah kalo kita lagi marahan bang didot. Kita akan saling mengusulkan diri untuk pergi. Hihi..
      Sudahlah disini saja bang..kita baek2an saja 😀

      • iya deh kita lebih baik saling mengasihi aja,lebih banyak mengerti yg lain ketimbang minta dimengerti hehehehe 😀

  6. Saya orangnya pelupa. Jadi, siapapun, entah yang berpengaruh positif atau negatif, cepat atau lambat pasti akan saya lupakan, semuanya tanpa sengaja… hehehe… *payah!*

  7. ya ini ibarat keseimbangan sih.

    Di satu sisi, sebaiknya kita mencari kedamaian dengan orang lain. Betul apa kata mba bahwa benci/dendam itu rugi banget. Benci dan dendam ibarat kita ingin orang lain mati, tapi kita yang minum racun nya. Karena orang yang kita benci mungkin kehidupannya baik2 saja. Kita yang stress karena sukacita kita setiap hari hilang karena rasa benci kita kepada dia.

    Tapi di satu sisi, kita juga mesti punya hikmat untuk tidak berkompromi dengan hal-hal tertentu.

    =====================================

    Yah sebagai contoh, teman kita 3x kedapatan mencuri makanan kita. Supaya ingin damai, selalu kita maafkan saja. Nah, bagaimana kalau dia mencuri yang keempat kali? kelima kali? keenam kali?

    Kalau kita maafkan terus, itu sama saja kita bersedia dibodoh-bodohi dia. Di sisi lain, kita juga tidak mau benci/dendam dengan dia.

    Di sinilah hikmat harus berperan…dan solusinya adalah… (saya juga tak tahu 😆 )

  8. Waw, hebat, otak bagaikan sebuah prosesor… 😆
    Tapi otak kita beribu-ribu kali lebih hebat dr pada prosesor komputer lho….. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s