SEPOTONG PELANGI

Aku melihatnya! Aku menemukannya! Setelah belasan tahun mencari-cari, menunggu dalam harap, di setiap gerimis yang jatuh mengiringi hujan. Selama itu pula aku menunggu. Berharap bertemu. Dan akhirnya pagi itu aku melihatnya..

Memang tidak melengkung sempurna seperti saat terakhir kali aku melihatnya. Pagi itu yang kulihat hanya sepotong pelangi. Warnanyapun cenderung pudar. Samar. Namun tetap saja, menyesakkan dadaku oleh haru dan bahagia bertemu.


Mungkin ini juga alasan kenapa aku selalu menyukai hujan. Bukankah pelangi akan datang jika hujan pergi dan gerimis mengganti lalu matahari akan muncul samar? Langit akan biru sedikit abu-abu. Tidak terlalu cerah. Warna damai yang aku suka. Tentu saja.

Namun sayang, pagi itu angin keburu meniupnya pergi. Memang aku bisa terus melihat dan mengikutinya sampai akhirnya dia menghilang. Tapi rasanya tak rela. Kenapa hanya sepotong? Kenapa cuma sebentar aku bisa menikmati keindahannya? Kenapa angin terlalu cepat membawanya pergi? Tidak bisakah dia tinggal lebih lama lagi?

Aah..aku akan merinduinya. Sangat..

Pelangi, apa aku akan bisa melihatmu lagi?

Apa aku masih punya harapan bertemu denganmu lagi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s