Mendongeng itu menyenangkan

Mendongeng merupakan kebiasaanku mengantar Jabra dan Ghaida tidur. Dongeng yang biasa aku ceritakan tak sepenuhnya berasal dari dongeng-dongeng yang ada di buku-buku tapi kebanyakan hasil dari karanganku sendiri. Maklum karena aku orangnya sangat pelupa dan daripada rancu aku mengingat sebuah dongeng, skalian saja aku mengarangnya. Hoho..

Ghaida dan Jabra sudah sangat mengenal tiga tokoh yang sering aku ceritakan. Bukan sering lagi sih tapi memang tiga tokoh ini yang tiap hari aku ceritakan, tentu dengan setting cerita yang berbeda. Kecuali kalau mereka sangat terkesan dengan sebuah settingan cerita hasil karanganku pasti mereka akan meminta aku untuk mengulanginya lagi.

Tiga tokoh ini Nais, Smat dan Noti. Nama tokoh ini kuambil dari Nice untuk Nais, Smart untuk Smat, Naughty untuk Noti. Entah darimana ide ini dulu datang. Datang begitu saja. Wikiki..

Ketiga tokoh ini, semuanya kugambarkan sangat pintar dan cerdas tapi berbeda sifat. Nais adalah kakak dari Smat, umur 5 tahun, perempuan, pintar dan cerdas, ramah, suka menolong, baik hati, sayang banget sama adeknya (si Smat) sukanya mikir dan lembut. Smat, umur 3 tahun, laki-laki, pintar dan cerdas, mandiri, berani, sayang sama kakaknya (si Nais) dan suka menolong. Noti, umur 5 tahun, perempuan, pintar dan cerdas, ga sopan, suka merebut, ga nurut, suka berantem dan jahil.

Sifat-sifat dari Nais, Smat dan Noti ini setiap kali aku ulang-ulang terus sebagai prolog diawal aku bercerita. Biar anak-anakku secara tidak langsung mengingat dan menyimpan sifat-sifat baik tadi ke dalam otak mereka. Sebenarnya untuk sifat Nais dan Smat itu merupakan doaku untuk Ghaida dan Jabra juga sih. Amiin. Hehe..Dan sifat dari Noti itu memang asliiiii merupakan sifat jelek mereka yang kadang muncul..(sabar..sabar..hihi).

Kenapa aku tidak menambahkan kata cantik disana? Hmm..pernah juga ini diprotes Ghaida anakku. Kubilang jika seorang perempuan pintar, cerdas dan baik hati maka dengan sendirinya dia akan terlihat cantik ^_ .Titik. Jadi maksudku, agar mereka memandang cantik itu sifat dan bukan fisik.

Karena moodku kadang naek kadang turun, kadang capek juga badan dan jadi ga konsen untuk mengarang sebuah cerita, aku meminta anak-anakku untuk terlibat mengarang ceritanya sendiri. Kami namai cerita berantai. Sudah pernah mendengar tentang metode ini bukan? Caranya? Seperti biasa setelah aku mengulang prolog dari ketiga tokoh, aku akan menggambarkan sebuah tema cerita, misal, Judul Donโ€™t speak with stranger! Bahaya! Kumulai cerita dengan kaliamt, Karena bahan-bahan di kulkas habis, Ibu Noti dan Noti pergi ke pasar. Mereka biasanya tiga hari sekali pergi ke pasar. Membeli sayuran (bisa dikembangkan dengan menyebutkan nama-nama sayuran), bumbu dapur (suruh sebutin lagi bumbu dapur tuh apaan), daging dan ayam. Biasanya mereka akan aktif terlibat, pingin beli apa saja di sana. Hihi..Oia kenapa tiga hari sekali? Biar ngirit transport. Hoho..(lanjood)Ibu Noti berpesan ke Noti agar memegang tangan ibu, jangan jauh-jauh dari ibu dan jangan sekali-kali berbicara pada orang asing. Nanti Noti bisa ilang. Diculik. Hiiiiiโ€ฆ.

Lalu aku akan minta Ghaida untuk menyambung cerita. Terserah apa yang mau diceritakan. Asal nyambung dengan ide cerita diawal tadi dan settingan cerita masih tetap di pasar juga tentang orang asing, bahayanyatadi..bergantian denganku. Sambung menyambung..Untuk Jabra biasanya dia jadi pendengar saja sambil nanya-nanya jika ada cerita yang dia tidak mengerti. ๐Ÿ˜€

Jadi ibu bapak, tante om, buklek paklek, pakdhe budhe, mendongeng itu mudah kok. Tinggal karang saja tokoh-tokoh tetapnya dan ganti terus settingan ceritanya. Ambil topik-topik yang biasa terjadi di sekitar kita. Atau bisa juga dari kejadian yang dialami si anak sendiri. Tinggal ganti aja tokohnya. Hihi..Jangan lupa pesan moral dari cerita ditekankan dan diulang-ulang. Memang menanamkan sebuah nilai baik ke anak sangat susah, perlu proses dan membutuhkan media yang menjembataninya. Yang semangat ya! Jangan sampai kita dikalahkan televisi sebagai pengasuh anak-anak kita. .Hehe..

Semoga bermanfaat yhaaa…^^

Advertisements

10 thoughts on “Mendongeng itu menyenangkan

    • Mm..tapi si tepi fungsi banget juga siy. Dia biasanya aku mintain tolong biar anak2ku bisa anteng waktu sarapan pagi. Spongebob timee…hihi *nunduk malu,clingak clinguk,garuk2 pala..:-D))

  1. nah pelajaran kedua untuk blog adalah bikin list (ada sejenis bullet & numbering, kalo mba lihat di editor nya):

    Ketiga tokoh ini, semuanya kugambarkan sangat pintar dan cerdas tapi berbeda sifat.

    1. Nais adalah:
    – kakak dari Smat,
    – umur 5 tahun,
    – perempuan,
    – pintar
    – dan cerdas,
    – ramah,
    – suka menolong,
    – baik hati,
    – sayang banget sama adeknya (si Smat)
    – sukanya mikir dan lembut.

    2. Smat,
    – umur 3 tahun,
    – laki-laki,
    – pintar
    – dan cerdas,
    – mandiri,
    – berani,
    – sayang sama kakaknya (si Nais)
    – dan suka menolong.

    3. Noti,
    – umur 5 tahun,
    – perempuan,
    – pintar
    – dan cerdas,
    – ga sopan,
    – suka merebut,
    – ga nurut,
    – suka berantem
    – dan jahil.

    • Mikha, kalo dibikin list kayak gt apa yg baca tdk terlalu jelas? Jdnya ga pada ngantook? *ngelesssdotcom padahal baru tau kalo ada numberingnya ๐Ÿ˜€ wekeke

      Nice tips mikha..tengkyuh ^_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s