Kejahatan Cinta..[1]

“Suamiku bangsat! Capek aku diinjak-injak kayak gini terus mbak. Selama aku jadi istrinya aku berusaha tertib. Tapi hidup suamiku terlalu kacau! Aku ditagih hutang dimana-mana!”

Huff…prihatiiiin banget waktu aku mendengar kalimat ini dari seorang teman. Seorang ibu muda dengan satu anak. Ibu muda yang ceria, ramah, cantik dan aku tau dia seorang ibu yang sangat baik. Temannya banyak. Kami memang sering bertemu, bertegur sapa tapi tidak pernah akrab.


Kemarin dia menceritakan tentang pernikahannya yang kata dia tidak pernah bahagia. Yang aku tau dia tidak pernah sengaja untuk menceritakannya. Tapi sepertinya beban yang dia pikul sudah terlalu berat untuknya.
Sambil tersedu dan menahan amarah dia menceritakan betapa sulitnya berjuang untuk hidup. Meski dia punya seorang suami tapi dia tidak pernah merasa punya seseorang untuk membantunya. Segala kebutuhan hidup dia yang memikirkan, mencari jalan agar bisa bertahan. Beruntung dia punya sedikit ketrampilan. Jadi meski sedikit, rejeki itu selalu saja ada. Lumayan untuk hidup sehari-hari. Tapi jika ternyata ada hutang-hutang suaminya yang ditagihkan kepadanya, lalu bagaimana dia memikirkannya? Dia malu dan merasa sangat kecil di hadapan orang-orang.

Kemudian topik ceritanya berubah. Dia menceritakan tentang awal pertemuannya dengan suaminya. Mereka sama-sama muda, saling cinta, saling mengagumi. Pasti. Mereka tidak berpacaran terlalu lama. Karena takut terbakar hasrat mereka memutuskan menikah. Memang waktu itu suaminya belum bekerja tetap, tapi dia pikir setelah menikah mungkin akan datang rejeki. Dia sangat yakin kalau suaminya nanti akan mendapatkan pekerjaan. Modal mereka memang cinta. Dan saling percaya.

Selama ini pekerjaan memang datang ke suaminya tapi selalu tidak bertahan lama. Suaminya ternyata tidak serajin yang dia tau. Suaminya termasuk orang yang cepat menyerah. Kurang berani berjuang kata dia. Jadi untuk menutup hidup mereka sehari-hari terpaksa mengambil hutang, yang celakanya keputusan mengambil hutang itu si istri banyak yang tidak tau.

Dia merasa tertipu. Merasa dikadali. Merasa hidup sendiri. Suami bagi dia tidak memberi arti apa-apa tapi malah menjadi bebannya. Cinta yang dulu dia rasakan sangat indah , cinta yang selalu membuat bahagia, cinta yang selalu menguatkannya, cinta yang mampu membuat dia terbang ke awang-awang sekarang berbalik menjatuhkannya ke dasar jurang kesedihan yang terus-menerus menderanya.

Banyak sekali kasus-kasus seperti ini yang terjadi di sekitar kita. Aku bilang ini termasuk kejahatan cinta. Cinta memang selalu manis. Cinta menawarkan banyak hal yang indah yang kadang tidak masuk akal. Cinta membuatmu buta. Cinta membawa kekuatan besar untuk MELAWAN! Melawan siapa saja yang menentang, melawan resiko, melawan ketakutan akan kehidupan nanti.

Kenapa rasio susah sekali masuk saat cinta datang ya?

Advertisements

9 thoughts on “Kejahatan Cinta..[1]

  1. Kesalahannya saya pikir ada di sini:

    Mereka tidak berpacaran terlalu lama. Karena takut terbakar hasrat mereka memutuskan menikah

    Menurut saya, idealnya itu setiap hubungan itu harus Step-By-Step:

    1. Berkenalan
    2. Berteman
    3. Bersahabat
    ———————-
    4. Pacaran
    5. Tunangan
    6. Barulah Menikah.

    Dengan begitu, sebelum masuk ke tahap 4-5-6, sudah memiliki fondasi yang kuat di 1-2-3

    Jadi ngga asal cinta buta saja tanpa fondasi yang memadai.

  2. emm,,, QK pikir keputusan mereka untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan itu bener” aja sich,,,
    tapi ya gtau dech.. QK nya juga lum berpengalaman hehe….

    serahkan saja semua kepadaNya.. hehehe :mrgreen:
    habisnya bingung sich hehe,,, kelamaan pacaran kan juga gag baguuuussss 😦

    HIDUP!!! ^_^

    • Haha..kika..aq suka bgt dg semboyan “HIDUP” mu..xixi. Semangat! Menikah dini boleh bgt siy..asal keduanya kudu kompak,saling dukung, berani dan ikhlas nerima apapun keadaan. Susah seneng hayook sama2 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s