NGIBUL

“Selamat siang mbak! Kami dari kepolisian. Maaf mengganggu sedikit perjalanan anda”, deg deg jantungku dagdigdug waktu polisi menghentikan motorku.
“Terimakasih sudah menyalakan lampu utama. Spion kumplit. Helm juga standart”, waduh masi bersambung.
“Bisa kami lihat SIM dan STNKnya mbak?”, huaaa ini nih pertanyaan yang aku tunggu2.

Polisi. Sebuah momok yang sangat menakutkan bagiku. Sudah 2 tahun terakhir ini aku kemana-mana dengan perasaan khawatir. Kalo-kalo ketemu operasi lalin di perjalanan. Secara SIMku hangus. Bener-bener hangus, selain memang harusnya aku perpanjang di bulan maret 2007, fisiknya tak aku temukan dimana-mana. Ilang. Lupa naroh.

Bikin lagi?

Haduh, kabarnya prosesnya ribet. Mutar-muter, tes tertulis, tes berkendara juga..huhuhu
Kalo dulu seingatku ga ada tes, kecuali tes kesehatan. Beginilah kalo jadi orang pemalas. Belum dicoba sudah ngeper duluan. hihi

SIM. Surat Ijin Mengepot πŸ˜€ Buat apa sih fungsinya? Ga dapet fisiknyapun aku sudah pandai mengemudi,
tau menggunakan sign kiri kanan, safety riding sepertinya sudah aku kuasai penuh. huff..[sambil kebayang ribetnya bikin SIM. Lagi! dzigh!]

“Maaf mbak bisa kami lihat SIM dan STNKnya?”, polisi yang ada di depanku mengulangi pertanyaannya lagi.

“Mbak, tasku. Tolong”, kataku pada pemboncengku.
“Tas????”, tanya balik pemboncengku. Bingung.
“Iya, tasku. Tolong ambilin dompetku. Ada SIMku disana. Aku nitip tadi kan”, sahutku.
“ooooo, iya iya”, kata pemboncengku mahfum dan terdengar sedikit geli pada suaranya.

“Ini pak, SIM dan STNKnya”,sambil kuulurkan SIM dan STNK yang diambil pemboncengku dari dompet.

“Terimakasih atas waktu dan kerjasamanya. Mohon hati-hati di perjalanan. Dan ini ada kalender sebagai
hadiah atas kelengkapan berkendara anda”, kata polisi di depanku sambil tersenyum tegas.

“Sama-sama pak, terimakasih untuk kalendernya. Siaaang”, kataku dan pemboncengku bersamaan.

Lalu perjalanan kami teruskan.

“Dompetnya siapa tadi yang kamu minta?”, tanya pemboncengku.
“Dompetmu”, kujawab.
“Lha SIMnya siapa?”,dia nanya lagi.
“SIMmu tohh..mana aku punya SIM”, jawabku.

kikikikiks..maaf pak polisi. Terpaksa aku mengeluarkan trik ampuhku untuk mengibulimu πŸ˜€ pisss….

Advertisements

9 thoughts on “NGIBUL

  1. hahahaha……untung gw ga seorang Polusi eh Polisi…
    klo enggak gw cariin lo mpe dapet…hahahahahaha……

    tapi kisah yang sama juga banyak dialami org2 ko..hehehehe……

    salam kenal yah…

  2. Pingback: Geleng-geleng.. « Ninok eyiz's Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s