di penghujung tahun 2009..[1]

6:17 pm
Ghaida anak perempuanku terkekeh-kekeh kompak dengan ayahnya menyaksikan The best of Mr. Bean di layar televisi.
“keren ya ayah..keren deh de Bin(begitu dia memanggil Mr. Bean)..ini loh de Bin bisa setir tapi dari atap mobil” terdengar lagi
“kasiaan ya ayah..mobilnya dilindes tank.de Bin siy..curaaang” hihi..geli sendiri mendengar celotehnya. Ayahnya pun semangat sekali membahas apa yang mereka tonton. Seru.

7:23 pm

Acara berganti.

layar televisi hingar bingar menampilkan artis-artis yang sesaat tadi kulihat lucu tapi kemudian kumerasa bosan.

kubuka buku yang yang siang tadi kupinjam dari perpustakaan namun tak menarik juga sepertinya?

bengong.

kuintip anak lelaki kecilku yang lelap tertidur.

kuamati kakaknya, anak perempuanku yang terkantuk-kantuk memegang krayon.lucu.tapi tak berani kumendekat.bisa-bisa diprotes.mengganggu.

kubuka pintu depan, mencari-cari dimana ayah mereka. “ayah..ayah”,panggilku. sepi. kemana dia ya? kuingat dia keluar rumah
tadi sambil bertelanjang dada saja. tidak mungkin jauh.

mungkin dia berjalan ke sebelah.mengecek keadaan di sekitar rumah kami.

sepi.

kunyalakan laptop.

kedip kedip sinyal hotspot menarik perhatian. tapi terlalu lemah. tidak nyambung. failed.

kubuka notepad. segera saja jariku menari diatas keyboard.
pikiranku melayang menerawang ke belakang dan juga menatap ke depan dengan sejuta harapan.

[31 12 2009]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s