Andai saja Kau tau

Dulu aku pernah sangat kecewa saat tau salah seorang teman baikku tiba-tiba begitu saja hilang dariku.

Kuterus bertanya, kenapa dia?
Kenapa denganku?
Apa salahku?

Kuberusaha mengejarnya, mencari-cari celah untuk menyapa..namun sepertinya buntu.
Buntu bukan dari aku tapi dari temanku.
Agaknya dia lebih suka membangun dinding diantara kami.

Yang paling membebani saat itu, separo dari diriku sangat marah dan terus menyalahkan aku,”kenapa bisa seorang teman yang begitu baik tiba-tiba meninggalkanmu? pasti salahmu. Pasti kau yg salah. Pasti kau lengah dan dia merasa kamu tidak ada waktu untuknya..”
Tapi sepertinya tidak..kuingat kuselalu punya waktu untuknya.
Setia mendengar cerita dan keluh kesahnya..

Tapi separo dari diriku bilang,”sudahlah mungkin ini memang maunya. mungkin dia ingin punya waktu hanya untuk dirinya. mungkin dia sudah lelah bercerita..”

Baru kusadar jika seseorang butuh sebuah privasi. Sedekat apapun kamu dengannya.
Sebaik apapun kamu mengenalnya.
Hargai keputusannya.
Tak usah kau pikirkan alasan yang dia berikan padamu, yang mungkin terdengar sangat tidak masuk akal.
Berpikir positif dengan hati yang rela saja..

Dan jauh didalam hatiku selalu yakin, jika dia benar teman sejati, dia akan datang lagi padaku..

Terimakasih teman..selamat datang kembali..

Tak akan ada pertanyaanku untukmu..
Aku setia menunggumu mengikis dinding yang kau bangun untukku..

231109 [08:16am]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s