Saya? Permisif?
October 11th, 2011 § 2 Comments
Rasanya seperti kena tampar ketika mendengar seorang teman yang berkata,“kamu saja yang permisif!”. Dan berhari-hari sesudahnya saya terus memikirkannya. Saya? Permisif? Iyakah?
Permisif menurut pengertian yang saya tau selama ini adalah sikap yang dengan sadar mengijinkan orang lain menyakiti kita.
Dan sepertinya saya bukan orang dengan sikap yang seperti ini ya..
Selama ini saya selalu berusaha untuk mengontrol diri saya sendiri berusaha untuk tetap sadar menolak hal-hal yang bisa menyakiti saya.
Latihan untuk tetap punya kendali dan mengontrol diri ini sudah saya jalani sejak masa-sebelum-remaja saya. Saya belajar untuk membangun mental untuk mengeblok hal-hal yang berpotensi untuk menyakiti itu agar jangan sampai masuk ke dalam pikiran, apalagi hati. Jangaan..jangan sampai. Hehe..
Banyak hal yang mempengaruhi saya-kecil untuk tumbuh dewasa dalam berfikir. Saya mengerti benar tentang aturan mana yang penting untuk dipikir dan mana yang tidak. Saya sadari ini untuk menolong diri saya sendiri agar punya kekuatan untuk bertahan atas apapun yang akan menimpa diri saya.
Jika saya terkesan membiarkan sesuatu yang mungkin terlihat oleh orang lain merupakan hal buruk, saya menyebutnya bukan permisif ya..tapi lebih karena saya tidak peduli. Yang artinya saya menganggap hal tersebut tidak penting. Hehe..
Saya sangat menghargai diri saya sendiri. Saya sepenuh hati menjaga hati saya ini. Saya menyayangi diri saya ini dan akan selalu membuatnya tetap nyaman untuk menjalani hidup dari hari ke hari.
Buat teman yang “menampar” saya tadi, terimakasih banyaaaaak yaa..
Dan dengan “tamparanmu” itu, saya akan lebih waspada saja sekarang. Waspada dan jeli lagi tentang batas mengijinkan dan tidak ^^
Semangat yuk ah..
Kalo menurut KBBI, permisif itu suka mengijinkan. Tak mesti harus “mengijinkan orang lain menyakiti kita”, tak harus.
Menurut saya, permisif adalah mengiznkan atau memperbolehkan segala sesuatu untuk kesenangan pribadi.